Cinta

“Mau makan sama apa?”

“Apa aja yang penting sama kamu!” :D

“Di rantau enak?”

“Alhamdulillah, di mana aja mah kalau saya yang penting sm suami” :P

“Nggak capek?”

“Enggak, soalnya setiap kali aku mau capek, lihat senyummu semangatku jadi berkibar!” :D

dll

**

“Cinta g bisa dimakan!! camkan itu!!”

“Hadeh……. cinta mulu, bosen gueee!!”

“Cinta bikin hidup gak konsen tau!!”

“Cinta doank gak cukup tau!!”

dll

**

Dua sketsa yang berbeda dalam memaknai “cinta”.

Teman-teman pilih yang mana? Pilihan sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Sama sekali tak ada paksaan. :D

Allah menciptakan manusia, selain memiliki otak juga hati, dan kita semua setuju bahwa itulah yang membedakan manusia dengan yang lain.

Kata orang yang benci, pernah kecewa, atau sama sekali belum pernah merasakan “cinta” bisa jadi akan beranggapan negatif tentang “cinta”.

Sebaliknya, orang yang sedang dimabuk asmara ya pastinya berbicara yang indah-indah.

Ehm….. bisa gak ya kita menempatkan satu kata ajaib itu pada porsinya? Bisa! :D

**

Cinta bisa melenakan

Cinta tak bisa dimakan

Cinta saja tak cukup, uang paling penting! uang uang uang uang uang uang uang uang uang!! titik gak pakai koma tanda tanya dan tanda baca lainnya!! jangan protes!

Benarkah?

Ehm……

Kenapa terlalu ekstrim dalam beropini?

Cinta yang ditempatkan pada tempat yang seharusnya

Bisa membuat seorang suami selalu semangat bekerja, selalu ingin memberikan yang terbaik buat keluarganya, selalu ingin membahagiakan istrinya, dan tidak ingin membuat istrinya bersedih

Bisa membuat seorang istri ikhlas menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri dan juga melakukan hal-hal yang diridhoi suaminya

Bisa membuat anak kembali bersemangat karena teringat doa ibu dan tetes keringat ayahnya

Bisa membuat orang tua rela mengorbankan nyawanya untuk kebahagiaan anak

Jadi, benarkah kalau cinta itu kejam? jahat? pembunuh berdarah dingin? gak banget? dan yang jelek-jelek lainnya? Siapa sebenarnya yang seperti itu? Obyeknya atau subyeknya?

:D

***

Cinta doank gak cukup tau buat nikah!!!

Sepasang suami istri yang menikah dengan modal dengkul (tidak punya apa-apa)

Awalnya mengontrak rumah

Lalu membeli rumah

Lalu meningkat

dan terus meningkat

Siapakah dia? Tanyakan pada orang yang sekarang sukses lahir batin dan bukan yang sukses secara fisik saja tapi tak berhati

Tanyakan pada mereka yang sekarang sudah sangat senior dan sukses luar dalam apakah hal di atas benar?

**

Cinta yang positif justru mampu membakar semangat dan bukan sebaliknya

Cinta yang sesungguhnya justru mampu membebaskan pikiran dan bukan membuat pikiran dipenuhi oleh ketakutan

Cinta, adalah anugerah dari Allah,

Jadi, kenapa ada yang menolak bahkan membenci sinis dan mencaci maki habis-habisan anugerah dari Allah itu?

Semoga kita bisa memosisikan dan mensyukuri anugerah dari Allah bernama “cinta” tersebut, sesuai dengan porsinya, serta “fungsi”nya

Katanya, di dunia ini ada begitu banyak warna, dan hanya warna bernama ketulusan lah yang katanya akan menang. Menang telak dan mutlak!

^_________^

Miyo

Advertisement

One thought on “Cinta

  1. selalu tersentil dengan opini mbak tentang cinta & ketulusan. sahaja, apa adanya dan selalu bersyukur atas apa yang diterima. mesti bercermin n berteladan banyak nih v…

    mio menjawab:

    wah… Fita… malu… ih :D :P
    Aku juga sedang belajar seperti Fatimah Az Zahra yang mencintai Ali sedemikian rupa
    sdang blajar menyelami syair cinta Jalaludin Rummi yg begitu bersih dalam memandang anugerah Allah bernama “cinta” :D
    Aminn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s