Wanita bisa berkarya di manapun ia berada, tak terbatas ruang, waktu, dan juga fasilitas karena wanita memang makhluk yang serba bisa.
Itulah yang saya yakini ketika saya masih remaja. Alhamdulillah, hingga detik ini saya juga masih berpikiran sama.
Kali ini saya akan menuliskan secara singkat beberapa wanita yang di mata saya sangat menginspirasi. Mohon maaf bila namanya tidak saya sebut, hehe, maluu
Wanita pertama, adalah seorang ibu rumah tangga dengan beberapa anak (maaf, saya lupa anaknya berapa, hehe). Beliau juga seorang penulis serba bisa, penerjemah, dan editor. Namanya sudah sangat terkenal di jagad literasi. Meskipun sudah sangat senior dan terbiasa pergi ke berbagai macam negara, tapi beliau sangat rendah hati dan supel.
Wanita kedua, biasa saya panggil “Teteh” seorang entrepreneur di beberapa bidang. Beliau memaksimalkan rumahnya sebagai kantor karena beliau ingin memaksimalkan peran sebagai ibu tanpa namun juga tetap bisa berkarya. Si Teteh ini sudah sering masuk tv, tabloid, majalah, koran, dan radio karena eksistensinya. Keluarga dan karir sama-sama jalan dan berkembang. Status-status beliau menunjukkan bahwa beliau adalah seorang wanita yang tegar, optimis, dan selalu positif dalam kondisi apapun.
Wanita ketiga, adalah seorang ibu dengan dua anak yang saya kenal melalui organisasi kepenulisan. Semangatnya untuk belajar tetap membara walau sudah memiliki dua anak. Sempat menjadi pekerja kantoran sebelum memutuskan untuk menjadi pekerja mandiri. Sekarang ibu dua anak ini sedang melanjutkan studinya dan mengelola perusahaan barunya di bidang jasa. Tentu saja dengan rumah sebagai “markas” utamanya karena dia adalah wanita yang sayang keluarga.
Wanita keempat, saya sempat terperangah dengan kesederhanaan (zuhud) yang dibawakan dalam kehidupan sehari-hari oleh Ibu ini. Subhanallah. Lahir di luar negeri dan lama tinggal di sana, menguasai beragam bahasa asing, penerjemah, penulis, dosen, ibu rumah tangga, dan yang membuat saya merinding si Ibu tersebut “sempat-sempatnya” memiliki komunitas khusus yang ia kelola bersama suami. Komunitas tersebut adalah komunitas pembinaan terhadap anak jalanan. Berasal dari keluarga terkenal dan sangat berada namun tetap zuhud dan peduli dengan lingkungan sekitarnya.
Wanita kelima, seorang ibu rumah tangga dengan dua anak. Suaminya bekerja di salah satu BUMN yang bisa dibilang wah. Meski begitu, ibu tersebut tak mau berpangku tangan. Ia aktif menjadi reseller dari sebuah produk. Di awal, Ibu tersebut bahkan tidak malu-malu untuk berjualan dari kantor ke kantor. Helooo, padahal suaminya pejabat penting, seharusnya ibu tersebut bisa donk leha-leha dan apa-apa tinggal tunjuk dan tentu akan sangat malu berbuat demikian toh suaminya juga tak pernah menyuruh, mungkin sebagian besar ibu-ibu ada yang berpikir seperti itu.
Sebelum menikah ibu tersebut memang mengajar namun setelah menikah suaminya melarang untuk bekerja yang sifatnya terikat. Saat saya tanya mengapa ibu tersebut masih “ngoyo” mencari uang padahal sang suami sudah sangat mampu mencukupi, dengan enteng ibu tersebut menjawab “karena ia terbiasa bekerja dan tak bisa kalau hanya berpangku tangan”.
Dan masih banyak sebenarnya wanita yang menginspirasi (versi saya).
Banyak hal yang bisa dilakukan memang daripada hanya sekadar mengeluh yang mengarah kepada hal merendahkan diri sendiri, misalnya: sekarang aku gak jadi apa-apa, aku kan bukan siapa-siapa, ah kerjaan juga numpuk mulu, sebel ya mikirin ekonomi, mantap deh semuanya ancur rumah ancur karir ancur, sekarang aku gak bisa ngapa2in, dll. Padahal banyak hal yang bisa dilakukan oleh seorang wanita dalam bidang apapun dan sekecil apapun yang tentunya bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. Bila saya adalah seorang laki-laki (suami), maka saya akan lebih senang memiliki istri yang kreatif dan tidak mudah mengeluh. Rasanya lebih adem di hati. Pun saya akan bersyukur kepada Allah “Ya Allah terima kasih sudah diberi pasangan seperti itu! Di manapun berada dan dalam kondisi seperti apapun selalu adaaa ajaa idenya”
Terima kasih sudah menginspirasi saya
Teruntuk semua wanita (istri) kreatif yang selalu positif dan optimis yang membaca blog ini
^_______________^
“Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi yang lainnya.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)