Suami sakit, kerjaan numpuk, klien “teriak-teriak” = Bersyukurlah karena masih berdua, coba kalau kondisi seperti itu dan sudah ada anak, pasti lebih galau lagi bukan? *bukan berarti tidak ingin punya anak lhoh ya? Yang jelas Allah sudah tahu kemampuan kita
Kerjaan numpuk, tugas numpuk, apa-apa numpuk= Bersyukurlah karena setidaknya belum punya suami, coba kalau sudah bersuami, bisa jadi kita akan lebih galau lagi *tak berarti juga tak ingin bersuami
Kerjaan numpuk, suami sakit minta ini minta itu, dan kerjaan rumah belum beres = Bersyukurlah karena di luar sana banyak yang ingin menikah dan berjanji akan melakukan segalanya dan mengorbankan apapun juga bila sudah menikah demi keluarga
Anak rewel, pembantu pulang kampung, suami minta ini itu, kerjaan numpuk = Bersyukurlah, karena di luar sana banyak pasutri yang mendambakan anak namun belum diberi kepercayaan sama Allah
Klien marah-marah, suami ngambek, anak ngambek, kerjaan rumah menanti, pembantu minta pulang = Bersyukurlah, karena di luar sana banyak orang yang susah cari uang
Mari bersyukur, apapun kondisi kita
Bersyukur tak berarti pasrah dan “mati”
Bersyukur adalah menyiapkan amunisi untuk lebih baik lagi
Terus semangat!!
*pengingat buat diri sendiri aka saya
^____________^
Setuju mba, karena kebahagiaan bukan berarti kita punya kekayaan berlimpah, tapi kebahagiaan akan timbul manakala kita mampu mensyukuri segala apa yang telah dianugerahkan kepada kita…
* Nampaknya saya harus banyak2 belajar bersyukur nih.. hehe
Karena kota ini juga macetnya minta ampun,kalau apalagi kalau jam berangkat dan pulang kerja duh Macetnya.
Ada riwayat lain pada mazhab mereka berdua untuk berbuka secara sembunyi sembunyi, seperti yang masyhur dari mazhab Abu Hanifah dan asy Syafi� i.